« Proklamasi Kemerdekaan Negara Repoeblik Indonesia | Main | Sigh...demanding Yr 5 »

Ber poly-poly an

Belajar itu pelita hati...

sebelum penulis menguraikan apa maksud judul dan kalimat pembuka dari kolom kali ini, penulis akhirnya berhasil untuk menyempatkan diri supaya mau bisa untuk mengucapkan congrats kepada rakan rakan penulis dan pembaca pembaca yang setia serta teman-teman yg lain2nya yang telah berhasil memasuki JC/IB/Uni/ dan lembaga2 pendidikan lainnya sesuai dengan pilihan hati nurani masing2....apalagi arek2 acs 1 angkatan/usia  yang (kayaknya) hampir semuanya "terlempar" ke 1st/2nd choice masing2....hidup batch kita    anak2 sinting nan jago!!!

Kembali ke layar LCD anda:

tidak terasa liburan akhir tahun segera berakhir...tentu pembaca sekalian sangat menikmat liburan kali ini karena banyak hal2 baru yang bisa dipelajari..termasuk penulis sendiri...

dalam kurun waktu hampir 2 bulan saya kembali ke tanah air, tempat yang tercinta (hoek!!!) penulis telah mempelajari banyak hal ...krn seperti kata orang "belajar itu pelita hati"  Jadi apa saja yang telah dipelajari?

1. ternyata di M--edan,  tenaga listrik  sangat kurang sehingga lampu padam sesering jadwal makan obat (3x sehari) itu pun obat flu / batuk padahal minum obat kuat paling sering pun hanya sekali/ 1 malam....(jgn ditiru, khusus yg ber lipid tinggi ...eh, salah eja...berlibido)

2. trus katanya jaman sekarang kita tak bisa lepas dari yang namanya prefix "poly"..
ada yang berlajar cara mengolah "poly"mer di "poly"teknik, trus ada yg cek kesuburan di "poly"klinik, pejabat negara banyak yg bermain mani "poly"tik, trus2 hasil UjianNasional juga di mani"poly"si (agak dipaksakan), "poly"si banyak yg main asal tilang (berlaku di kota metro"poly"s M--edan, saya kurang tahu daerah lain)


 

Untunglah segala kebrobokan M--edan itu tertutupi dengan hasil memuaskan tim favorit saya menjadi juara, apalagi kalau bukan PSMS (Ayam Khitanan) menjadi juara PialaEmasBungYos 2006 luar biasa man!walaupun saya tidak kenal 1 pun pemain PSMS. tetapi penulis yakin PSMS jawara karena mempunyai fans fanatik seperti saya dan bung John.... Kepada rekan audi: Aremanya mana?

Sambungan:
3. Akan tetapi, "poly" yang paling populer belakangan ini tentu saja.....
(bukan "poly"ing kuis djarum super, bukan bukan) tapi ya itu
kabar rencana "poly"gami AA Gym...  nah menurut peraturan pemerintah/UU entah yg ke berapa PNS (pegawai negeri sipil) dilarang berpoligami. tapi karena bung Gym bukan PNS melainkan pejabat tinggi negara maka otomatis beliau lepas dari peraturan tersebut..
Nah karena itu, penulis menganjurkan baik lulusan2 ACSI maupun yg sedang bersekolah di sini agar setelah lulus kuliah (jgn 'tamat' tapi tak 'lulus' malu2in) agar jgn mencoba2melamar jd PNS karena otomatis hak untuk "mengoleksi" banyak istri dirampas dan diperkosa negara....lebih baik jadi pejabat tinggi negara seperti bung Gym... apalagi negara kita peraturan sering gonta-ganti..jadi apabila kita semua seandainya (+- 100-an orang) jadi anggota DPR/MPR kita bisa ramai2 membuat peraturan yg menyetujui poligami secara bebas...trus selain bisa ber"poly"gami, bisa main mani ("poly"tik), kita juga gak usah kerja dan bahkan boleh tidur selama rapat dewan seperti sewaktu kita tertidur selama chapel .Nah kurang apa lagi coba?
Karena itu, mari kita ikut ber -polygami....eh salah ber polytik...eh bukan berpolitik...

Pertanyaan yang mungkin muncul dari benak pembaca mungkin ialah, "Bagaimana penulis bisa tahu segala hal di atas?"

Jawabannya gampang, karena penulis sering mengamati, membaca, mendengarkan, menonton dllnya di mana semua kegiatan itu termasuk proses pembelajaran. Nah, karena liwat proses belajar seperti itu, mata hati serta akal pikiran penulis terbuka secara lebar dan eksplisit, dan karenanya ingin menyampaikan buah pikir penulis lewat kolom ini
Memang, pepatah itu selalu tepat

 

       "belajar itu pelita hati"


dengan banyak belajar(seperti cara penulis tentunya) kita bisa melihat segala hal dari sudut pandang yang berbeda. sebagai contohnya penulis tidak "menghujat" para pemimpin2 bangsa ini (yg lazim dilakukan kalangan ramai yg sangat kurang berakhlak dan berbudi luhur, tidak menghargai apa yg telah dilakukan oleh anggota2 dewan...tidak menanggapi JFK dgn baik "don't ask what your country can give you, but ask what you can give to your country"...kira2 seperti itulah), melainkan penulis bisa mengoptimalkan daya pikir dan imajinasi (ah...ah....ahh....arrgghhh....kira2 yg seperti ini) sehingga mampu memberdayakan kemampuan to think out of the box
. Alhasil penulis seyogianya bisa memaklumi segala kesulitan yang dialami anggota -anggota dewan yg harus memikirkan nasib orang banyak( terutama diri sendiri, isteri,isteri muda, wanita simpanan,anak legal, anak haram, mertua, cucu, cicit, orang tua dlsb..........................................................)Sehingga penulis bisa dan mau menggenggam jabatan anggota dewan agar bisa mensejahterakan terutama orang2 yang  telah disebut di atas . Betul2 suatu tujuan yang mulia!!!

Comments

wah nampaknya ahim kali ini sudah "belajar dari kesalahannya"...memang benar him kata pepatah,"pengalaman adalah guru terbaik"...hahaha...pengalaman loe kan berwarna-warni...bahasamu kok tiba2 sopan sekali?

Rakan-rakan skalian....sungguh ahim adalah pelajar yg indeed terpelajar.Bukan hanya dia rajin blajar,rapi,dsb,dll,wtf.Namun kali ini dia jga mengajarkan kita untuk menyedari betapa besar tanggung jawab para pemimpin negara.Marilah kita semua ikut menjadi anggota DPR,supaya kian negara kita akan menjadi lebih bae dengan system "poly " yg lebi bae..

Lama nunggu pos baru u, lama banget seh, ngebet kawin ya? Ternyata hasilanya agak mengecewakan, tidak segaring pos terdahulu, tapi cukup menarik. Masalah poli-polian. Ngomong2, u uda balik sing lagi? Padahal w belum balik....

him, arema ga ikut diundang bung, persija takut kalah..
hoi, emang lu sapa? lapangan ga ikut punya jg, pke pasang biaya sewa 2 dollar lagii..
ccb lah kau...

mantabh

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .